Posts Tagged bajakan

Konten bajakan; antara kebutuhan dan moral

Mar 3rd, 2012 Posted in Etika Profesi dan Bisnis | 4 comments »

Never mind
I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
“Don’t forget me,” I begged
“I’ll remember,” you said
“Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead.”
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

Lirik ini terngiang-ngiang ditelinga saya sepanjang hari, penasaran dengan penyanyi nya saya pun mencoba mencari informasi dari internet. Benar, pertanyaan saya terjawab, penyanyi dari lagu ini adalah Adele Laurie Blue Adkins, penyanyi asal Inggris yang baru baru ini berhasil membawa pulang sederet penghargaan dari ajang musik bergengsi Grammy Awards. Memang sih, dari segi lirik tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi, namun lagu ini terdengar enak ditelinga sehingga saya sering melantunkannya penuh ekspresi hehehe.

Saya pun berniat mendownload mp3-nya dari internet, tentu saja banyak sekali website-website yang menyediakan lagu-lagu gratis untuk didownload. Hmm, sebuah pertanyaan menggelitik pun terngiang-ngiang di telinga:

“Apakah etis bila saya men-download lagu ini dengan gratis? Sementara sang pencipta sudah bekerja keras menciptakan lirik yang indah, penyanyinya pun berusaha keras agar suara merdunya klop dengan lirik yang akan dinyanyikan. Ini kan juga menyangkut hak cipta? Apakah tidak lebih baik saya membeli kaset atau cd yang asli saja? Dengan begitu kerja keras mereka tidak sia-sia kan? Ah, tapi cd asli  kan mahal? Belum tentu juga saya suka semua lagunya, kalau ternyata hanya lagu ini saja yang bagus, rugi dong?”

Pasti sebagian besar dari kita pernah mengalami de javu seperti diatas, bertanya sendiri — menjawab sendiri. Cling! Saya pun berinisiatif untuk bertanya pada Mbah Google mengenai kegundah-gulanaan yang sedang saya alami ini (halah!). Usut punya usut ternyata Indonesia memang termasuk negara yang memegang rekor untuk kasus pelanggaran dalam bidang Hak Kekayaan Intelektual (atau HAKI).

Sumber yang saya baca menyebutkan laju trafik pengunduhan musik ilegal oleh pengguna internet Indonesia bisa mencapai 9000 unduhan per detik. Bila dihitung-hitung, tak kurang dari 250 juta musik bajakan diunduh oleh pengguna internet Indonesia setiap bulan. Akibatnya, potensi kerugian yang sangat besar terjadi di industri musik. Tak kurang dari 12 triliun melayang setiap tahun akibat konten-konten musik digital yang tak berhak cipta di internet.

Waduh! (*tepok jidat)

Gawat, ternyata hal sepele seperti mengunduh satu buah lagu saja bisa berkontribusi pada kerugian sebesar itu. Bayangkan jika setiap hari kita mengunduh lagu yang berbeda-beda dan berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya. Bisakah itu disebut -maaf- mencuri??

Ya, tentu saja bisa.

Undang-undang telah mengatur tentang hal ini. Sesuai Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik No 11 tahun 2008, seseorang yang dengan sengaja dan tanpa hak mentransfer file musik bajakan terancam pidana penjara maksimal 9 tahun atau denda maksimal Rp 3 miliar.

Sementara menurut Undang-Undang Hak Cipta No 19 tahun 2002, seseorang yang melanggar hak cipta, terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun atau denda Rp 5 miliar.

Namun, disisi lain, banyak orang tidak menyadari hal ini -bahkan saya sendiri-. Konten-konten tersebut mereka unduh dengan alasan kebutuhan, lalu, apakah kebutuhan mengalahkan hati nurani? Sebesar apasih kebutuhan akan lagu? film?

Daripada tulisan ini semakin panjang, pada akhirnya saya akan menarik kesimpulan bahwa :

1. Sebagai warga negara yang baik, kita mempunyai tanggung jawab moral untuk menghargai karya-karya anak bangsa pada khususnya dan karya setiap manusia pada umumnya.

2. Saya tidak jadi mendownload lagu Someone Like you – nya Adelle, karena saya tidak merasa begitu membutuhkan konten ini (*baru nyadar *doeng!), saya lebih butuh oksigen, mengerti saudara-saudara? 😀 Ohya, lagu ini bisa didengarkan melalui stasiun-stasiun ter-Oke di kota anda (*kembalikan budaya mendengarkan radio)

3. Sebaiknya, mari kita kurangi mengunduh konten-konten yang ilegal, jika membeli jendela (baca: Windows) dirasa terlalu mahal, ada baiknya beralih ke perangkat lunak Open Source dimana konten ini memang benar-benar gratis dan penciptanya tidak keberatan. Selain itu teman-teman bisa menggunakan iTunes untuk mengunduh lagu-lagu terbaru jika ingin.

4. Jangan berbagi konten digital ataupun bukan digital yang bajakan, kecuali kalau anda saudara sepupunya Gayus, jadi bisa mbayar denda yang sekian miliar, hehehe.

4. Dan, kesimpulan terakhir, saya rasa memang tidak etis bila saya mencuri konten-konten bajakan ini, memang tidak ada yang mengawasi atau istilahnya tidak ada polisi dunia maya, tapi jika direnungkan memang lebih baik saya mendengarkan radio saja karena tidak sanggup membeli CD yang asli (*menyedihkan *minta tissue bisa? *terimakasih tissue-nya) T^T

Terimakasih sudah membaca! 🙂